Friday, March 8, 2013

Kecantikan Padang nan Gersang



 Kecantikan Padang nan Gersang
Gurun pasir, padang alang-alang (stepa), serta padang rumput (savana)merupakan daerah-daerah di muka bumi yang terletak pada kawasan dengan tingkat curah hujan yang sangat rendah dan suhu udara yang tinggi. Keadaan fisis alamiah di daerah ini tentu saja sangat berbeda dengan kondisi fisis alamiah di negara kita yang berada pada daerah tropis basah yang kaya akan hutan belantaranya.
Daerah beriklim gurun (BW) berdasarkan klasifikasi iklim Koppen pada umumnya memperlihatkan adanya fenomena-fenomena muka bumi yang sebagian besar tertutup hamparan gurun pasir yang kering. Rata-rata suhu udara pada daerah beriklim gurun berkisar antara 43,5 o sampai 49 oC. Di daerah ini, hujan sangat jarang terjadi, curah hujan rata-rata tahunannya hanya mencapai 250 mm.
Pada umumnya, daerah beriklim gurun berada di tengah-tengah daratan benua yang luas, seperti di daratan Afrika Utara, Asia Tengah, dan daratan Australia. Hampir ¼ hingga ⅓ bagian dari luas daerah kering ini tertutup pasir. Kawasan gurun pasir di Semenanjung Arab saja yang luasnya hampir sama dengan luas daratan di Indonesia, yaitu mencapai 2.745.387 km2 (1.060.000 mil persegi), bagian permukaannya yang tertutup pasir mencapai luas 776.996 km2 (Holm,1960).
Gurun dianggap memiliki kemampuan kecil untuk mendukung kehidupan. Jika dibandingkan dengan wilayah yang lebih basah seperti daerah stepa atau savana, hal ini mungkin benar. Walaupun demikian, jika diamati secara seksama gurun sering kali memiliki kehidupan yang biasanya tersembunyi (khususnya pada siang hari).
 
 
Kurang lebih sepertiga wilayah bumi adalah berbentuk gurun. Salah satu di antaranya adalah gurun pasir Sahara sebagai gurun pasir terluas (9.064.958 km2) dan terbentang dari pantai barat Afrika Utara (Maroko) yang berbatasan langsung dengan samudera Atlantik hingga pantai timur Afrika Utara (Mesir) yang berbataan langsung dengan laut Merah.
Jika di hutan-hutan di Indonesia banyak ditemukan berbagai jenis flora mulai dari yang terkecil dan sederhana seperti jamur hingga pohon-pohon kayu yang besar dan rindang, serta berbagai jenis fauna mulai dari cacing dan serangga hingga gajah dan badak, bagaimanakan keberadaan flora dan fauna di daerah kering seperti savana dan  stepa? Bagaimana pula dengan gurun pasir yang sangat kering dan panas? Adakah flora dan fauna yang hidup dan berkembang di sana? Jika ada, bagaimana mereka dapat bertahan hidup?
Gurun pasir menempati bumi membentuk dua sabuk utama, yaitu sabuk utara (terletak di sebelah utara garis Khatulistiwa) dan sabuk selatan (di sebelah selatan garis Khatulistiwa). Seperti telah dibahas pada bagian sebelumnya, kawasan gurun pasir ini terhampar di antara daerah beriklim tropis basah (equatorial) dengan daerah beriklim sedang yang lembab.
Sebagian besar, gurun pasir di muka bumi ini menempati daratan benua yang luas dan merupakan daerah bayangan hujan. Daerah bayangan hujan yang dimaksud adalah daerah daratan luas yang berada di balik rangkaian pegunungan yang menghadap ke laut.
Di daerah ini, angin basah dari arah laut yang berhembus ke darat naik mengikuti lereng pegunungan dan menurunkan hujan pada lereng itu. Sementara angin yang telah kering terus berhembus ke arah daratan. Dengan demikian, bagian belakang pegunungan tadi tidak pernah mendapatkan curah hujan.
Kalaupun pernah terjadi, jumlahnya kecil saja, hanya mencapai 250 mm per tahun. Bahkan Gurun Atacama di Peru hanya mendapatkan curah hujan rata-rata kurang dari 100 mm per tahun, sehingga dijuluki sebagai gurun terkering di dunia.
Dengan kondisi alamnya yang begitu kering, gersang, dan panas seperti itu, mungkin dalam benak kita terbayang bahwa di daerah tersebut tidak akan dapat kita temukan kehidupan. Tapi, tidak ada yang mustahil dengan hasil ciptaan Sang Maha  Kuasa ini. Meskipun di daerah yang begitu kering dan panas di muka bumi ini, jenis-jenis kehidupan, khususnya tumbuhan dan hewan, tetap dapat kita temukan sebagai bukti dari kekuasaan-Nya.
Daerah ber-oase
Di tengah-tengah gurun pasir yang kering dan panas, di beberapa tempat dapat kita temukan daerah-daerah yang merupakan sumber air. Daerah ini dikenal dengan sebutan oasis atau oase. Memang tampaknya sangat aneh jika kita mendengar ada air di tengah gurun pasir yang luas dan kering.
Namun, akibat proses geo-hidrologi yang terjadi di kawasan gurun pasir telah mendorong keluarnya air artesis dari dalam lapisan batuan di bawahnya ke lembah di permukaan gurun. Air inilah yang akhirnya menjadi sumber kehidupan di tengah hamparan pasir gurun yang kering.
Di sekitar oase ini dapat ditemukan beberapa jenis tumbuhan palma seperti kurma dan rumput alang-alang yang dapat menjadi sumber makanan bagi hewan seperti unta. Bahkan di beberapa negara yang memiliki gurun pasir, saat ini daerah di sekitar oase telah dimanfaatkan sebagai daerah pemukiman, bahkan perkotaan.
Banyak sekali daerah-daerah oase di kawasan gurun pasir di muka bumi ini, di antaranya:
a.  Oase Ubari
Di lembah Targa sebelah Barat Daya Libya-Afrika Utara, di antara dataran tinggi Messak Sattafat dan gurun Idhan Ubari, terdapat sebuah oase dengan airnya yang asin karena tingkat penguapan yang tinggi.
b.  Oase Gaberoun
Di wilayah Sabha terdapat sebuah oase yang luas. Suatu hal yang unik di sekitar oase ini adalah kehadiran nyamuk yang begitu banyak ketika memasuki musim panas di Sahara. Jenis-jenis flora yang terdapat di kedua oase ini pada umumnya berupa palma (Paleem) dan Opuntia fulgida.
c.  Oase Chebika
Oase yang terletak di Pegunungan Utara Tunisia ini seakan-akan menampung sinar matahari sehingga tampak berkilauan. Itulah sebabnya oase ini dinamai Qasr el Shams (Istana Matahari).
d.  Oase Timia
Di sebelah utara Nigeria terdapat sebuah oase yang kini telah dikembangkan menjadi daerah perkebunan buah-buahan, termasuk jeruk Nigeria. Di sekelilingnya banyak ditemukan pohon-pohon palma dan tumbuhan semak Opuntia echinocarpa.
e.  Oase Ein Gedi
Di sepanjang pantai Laut Mati, sebelah utara Jazirah Arab, terdapat sebuah oase yang indah. Oase ini berada di wilayah negara Israel yang ditinggali oleh suku Judah. Flora yang terdapat di kawasan oase ini pada umumnya berupa palma dan beberapa jenis flora daerah kering lainnya.
f.  Oase Huacachina

Di kawasan Gurun Peruvian-Peru, terdapat sebuah oase yang berkilauan jika dilihat dari jauh. Di sekitar oase ini telah dikembangkan sebuah kompleks penginapan yang megah. Flora yang tumbuh di sekitar oase ini pada umumnya merupakan hasil pengembangan oleh manusia seperti jenis-jenis pohon Paleem.



 Daerah tanpa oase
Jika kita berjalan-jalan di kawasan gurun di Mexico (Benua Amerika), mungkin kita akan merasa aneh, bagaimana mungkin di daerah kering seperti itu dapat tumbuh jenis-jenis bunga. Sekali lagi, tidak ada yang sulit bagi Sang Maha Kuasa dalam menciptakan segala sesuatu.
Di kawasan gurun Mexico ini dapat kita temukan jenis tumbuhan Wilcoxia dengan batangnya yang menjulang dan bunganya hanya mekar pada malam hari. Selain itu, terdapat pula jenis tumbuhan berduri yang sangat besar dan tinggi inilah yang disebut kaktus raksasa saguaro dengan tingginya yang dapat mencapai 152 hingga 335 cm dengan panjang duri-durinya mencapai 7,5 sampai 10 cm. Habitatnya tersebar di sekitar daerah lereng gurun atau dinding-dinding batu pada lembah gurun yang curam.
Beberapa jenis kaktus lainnya yang banyak ditemukan di kawasan gurun antara lain kaktus hedgehog (Echinocereus triglochidiatus) yang berbatang sislinder setinggi 30 hingga 76 cm dengan panjang duri-durinya mencapai 5 - 7,6 cm berbentuk seperti telur berduri dengan bunga-bunga kecil berwarna merah blosoom di atasnya.
Selain jenis-jenis kaktus dan palma, beberapa jenis flora perdu dan semak pun dapat ditemukan di daerah gurun pasir. Namun, lebar daunnya lebih kecil dan lebih tebal dibandingkan dengan semak atau perdu di daerah kita. Beberapa jenis tumbuhan semak dan perdu yang tumbuh di kawasan gurun pasir ini antara lain white brittle bush (Encelia farinosa) yang tingginya antara 60 - 152 cm dan memiliki batang berkayu. Bentuk daunnya memanjang sekitar 2,5 - 10 cm serta memiliki bunga berwarna kuning menyerupai bunga matahari tetapi ukurannya jauh lebih kecil. Perdu ini tumbuh pada lereng-lereng gurun serta daerah chaparal.
Creosote bush (Larrea tridentata) adalah jenis lain dari semak perdu yang tumbuh di daerah gurun pasir. Jenis perdu ini terdapat di kawasan gurun pasir Mexico, dan Amerika Serikat. Oleh masyarakat pedalaman Amerika, daun creosote bush ini digunakan sebagai obat antiseptik dan keracunan makanan.
Tumbuhan jenis pohon ternyata dapat pula kita temukan di kawasan gurun pasir, salah satunya adalah Brincadora atau jumping cholla (Opuntia fulgida). Pohon ini tumbuh pada daerah-daerah gurun pasir dengan ketinggian sekitar 1.200 m (4.000 kaki) di atas permukaan laut.
Meskipun berbentuk pohon, tumbuhan ini masih tergolong pada jenis kaktus semak yang berdaun dan berbatang. Ketika daun-daunya mulai tua, mereka berguguran, dan tersisa hanyalah cabang-cabangnya yang akan bertunas kembali. Tinggi tumbuhan ini dapat mencapai 4,5 meter (15 kaki).
Setiap ada tumbuhan maka hewanpun akan ditemukan. Begitulah kenyataan kehidupan di bumi. Demikian pula halnya dengan daerah gurun pasir yang terkenal gersang dan panas. Dengan adanya tumbuhan yang berkembang di daerah ini, beberapa jenis satwa pun turut hadir.
Jenis-jenis fauna yang dapat bertahan hidup di daerah gurun pasir pada umumnya memiliki beberapa kelebihan, seperti kemampuan untuk mengurangi penguapan air dari tubuhnya, melindungi diri dari teriknya panas matahari, serta bertahan terhadap rasa haus. Kemampuan semacam ini biasanya lebih banyak dimiliki oleh jenis-jenis serangga dan reptil, namun tidak menutup kemungkinan dimiliki oleh jenis-jenis hewan menyusui (mamalia).
Beberapa jenis fauna yang mampu bertahan hidup di daerah gurun pasir antara lain:
1.  Camel spider

 
Laba-laba unta (Camel spider) yang banyak ditemukan di kawasan gurun pasir Mexico, Amerika Serikat, gurun pasir Afrika Utara, dan Jazirah Arab. Laba-laba ini memiliki panjang rentangan kaki sampai 12,7 cm (5 inchi) dan kecepatan berlari maksimum 10 mil/jam atau sekitar 16 km/jam.
2.  Wolf spider


Selain laba-laba unta, masih ada beberapa jenis laba-laba yang mampu hidup di kawasan gurun pasir yang kering ini, seperti laba-laba srigala (wolf spider) yang bersarang di dalam lubang pada tumpukan bebatuan.
3.  Kalajengking gurun
Jenis serangga lain yang bertahan hidup di gurun pasir adalah kalajengking gurun yang sangat berbisa. Mereka hidup di sekitar semak-semak Creosote atau Brittle bush sebagai tempat berburunya dan bersarang di dalam lubang pada bebatuan.
Baik laba-laba unta, laba-laba srigala, tarantula, maupun kalajengking gurun merupakan fauna nokturnal (aktif di malam hari), sedangkan pada siang hari mereka beristirahat di sarangnya.
4.  Berbagai jenis reptil
Fauna jenis reptil yang mampu bertahan hidup di daerah gurun pasir cukup banyak, seperti jenis-jenis kadal, kura-kura, atau ular. Beberapa jenis kadal beradaptasi dengan lingkungan pasir yang panas pada siang hari, ada yang mampu bergerak sangat cepat seperti guanacos, ada pula yang mengangkat kakinya agar tidak menapak di permukaan pasir secara bergantian.
Selain kedua jenis kadal tadi, masih banyak jenis kadal gurun lainnya seperi chuckwalla, kadal spiny, kadal berbintik (side blotched lizaerd), kadal earless, kadal cacing lamban berkaki dua, kadal monster gila, dan iguana berkalung (Iguanidae).
Sementara itu, jenis-jenis ular yang banyak ditemukan di daerah gurun pasir pada umumnya merupakan ular berbisa, seperti Western Diamondback rattlesnake (ular derik), Bull snake, dan Red racer.
5.  Jenis burung
Beberapa jenis burung yang dapat ditemukan di kawasan gurun pasir antara lain sejenis burung culik-culik pekari dan burung bentet.
6.  Hewan pengerat
Sementara itu, jenis hewan pengerat seperti tikus kaki putih dan tikus loncat dapat pula ditemukan di kawasan ini.
7.  Mamalia
Fauna menyusui yang dapat ditemukan hidup di kawasan gurun pasir antara lain beberapa jenis anjing seperti Coyote (Canis latrans) yang berukuran panjang dari ujung hidung hingga ekor sekitar 1,2 meter (4 kaki) dan bobot 15 kg ketika mereka dewasa, serta rubah gurun bertelinga besar. Mamalia lain yang hidup di kawasan gurun ini adalah hewan sejenis babi hutan yang besar yang disebut Javelina (Tyassu tajacu) dengan panjang ukuran dewasa berkisar antara 1,2 hingga 1,5 meter (46 - 60 inchi) dengan bobot dapatmencapai 30 kg (60 pounds). Javelina biasanya hidup dan bergerak secara berkelompok dan menyukai daerah-daerah semak belukar.
Salah satu jenis kucing yang dapat hidup dan bertahan di daerah gurun ini adalah kucing link. Ukurannya hampir seukuran dengan kucing peliharaan, namun kemampuan berburunya yang gesit serta ujung telinganya yang seakan-akan berjambul membedakannya dari kucing peliharaan.


Sumber:
Anang Saepuloh. 2010. Bertahan di Padang Gersang. Bandung: Habsa Jaya.
Tyler Miller. 2000. Living In The Environment: An Introduction To Environmental Science. 20th edition.Belmont, California: Wadsworth Publishing.

Post a Comment